Saturday, June 19, 2010

Bermain Bersama Hiu di Kepulauan Karimunjawa

Posting tamu oleh: Krishna Adi

Kepulauan Karimunjawa adalah gugusan kepulauan yang terletak di Laut Jawa, sekitar 120 km arah utara Semarang atau 90 km utara Jepara. Belakangan ini, popularitas Karimunjawa sebagai tujuan wisata semakin menanjak. Perjalanan ke Karimunjawa ini saya lakukan pada bulan Agustus 2009, bulan yang cukup baik untuk mengunjungi Karimunjawa, karena cuaca yang bersahabat dan ombak yang tidak terlalu besar.

How to get there?
Ada dua alternatif jalan untuk mencapai Karimunjawa.

Pertama, menggunakan kapal cepat dari Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Kapal cepat ini diberi nama Kapal Cepat Kartini. Kondisi kapal ini cukup baik dan untuk mencapai Karimunjawa hanya dibutuhkan waktu 3-4 jam dari Semarang.

Cara kedua adalah menggunakan kapal jenis Ro-Ro, yang diberi nama KM Muria, dari kota Jepara. Oleh karena jenis kapal yang digunakan adalah Ro-Ro, waktu tempuhnya lebih lama dibandingkan dengan Kapal Cepat Kartini, yaitu sekitar 6-7 jam.

Yang perlu dicatat adalah: untuk membeli tiket kapal cepat Kartini dan tiket kelas VIP KM Muria terkadang diperlukan pemesanan di muka. Tidak jarang, tiket kapal cepat Kartini dan VIP KM Muria sudah habis pada hari-H pemberangkatan.

Kapal Cepat Kartini
Jadwal kapal :
- Sabtu pukul 09.00 Semarang – Karimunjawa
- Minggu pukul 14.00 Karimunjawa – Semarang
Tiket: Rp 131.000 (eksekutif) – Rp 111.000 (bisnis)

KM Muria
Jadwal kapal:
- Rabu dan Sabtu pukul 08.00 Jepara – Karimunjawa
- Kamis dan Senin pukul 08.00 Karimunjawa – Jepara
Tiket: Rp 60.250 (VIP), Rp 30.000 (ekonomi)

Penginapan Murah di Karimunjawa
Banyak sekali penginapan murah yang dapat ditempati di Karimunjawa. Umumnya penginapan-penginapan ini merupakan rumah penduduk yang kamarnya sengaja disewakan untuk para pengunjung.

Saya menginap di Penginapan Mulya Indah. Tarif menginap semalam per kamar adalah Rp 60.000 untuk dua orang. Kamarnya cukup bersih dan luas, namun kamar mandi berada di luar. Kita bisa minta ibu pemilik penginapan untuk menyiapkan makanan dengan ongkos Rp 20.000 per orang. Jika ingin makan di luar, bisa makan di warung nasi Bu Ester yang enak dan murah (asal tidak memesan ayam karena ayam merupakan barang mahal di sini).


Kamar yang saya tempati di penginapan Mulya Indah.
Foto (c) Krishna Adi, 2009

Berkeliling Pulau dengan Perahu Nelayan
Untuk berkeliling dari satu pulau ke pulau lain, saya menyewa perahu nelayan. Tahun lalu, ongkos sewa perahu adalah Rp 250.000 dari pagi hingga sore. Tiap perahu bisa menampung 10-15 orang. Jadi, semakin banyak teman perjalanan, ongkos perahu akan semakin murah. Untuk menyewa peralatan snorkelling, butuh biaya tambahan lagi, sekitar 20-30 ribu rupiah.

Ada banyak pulau-pulau kecil di sekitar pulau utama. Pulau yang populer adalah Pulau Menjangan Besar, Menjangan Kecil, Cemara Besar, Cemara Kecil, dan Tanjung Gelam.

Berenang Bersama Hiu
Jika ingin merasakan sensasi adrenalin memuncak, yaitu berenang bersama hiu, pulau Menjangan Besar harus dikunjungi. Di pulau tersebut, terdapat keramba yang berisi hiu hitam, hiu putih, barakuda, dan penyu. Pengunjung diperbolehkan berenang bersama hiu hitam namun jangan coba-coba berenang di kolam hiu putih dan barakuda. Dijamin tidak akan selamat.


Kolam penuh dengan Hiu. Berani berenang disini?
Foto (c) Krishna Adi, 2009

Pulau-Pulau Indah di Karimunjawa
Pulau Menjangan Kecil terletak tidak jauh dari Menjangan Besar. Di sini pantainya tidak terlalu spektakuler namun tetap indah. Namun, hal yang cukup menyebalkan adalah adanya retribusi untuk memasuki pulau ini, Rp 10.000 per orang.


Pulau Menjangan Kecil
Foto (c) Krishna Adi, 2009

Menurut saya, pulau Cemara Besar dan Cemara Kecil adalah alasan mengapa anda harus pergi ke Karimunjawa. Pantai pasir putih dengan air sebening kristal, tenang dan tidak berombak, layaknya kolam renang raksasa, dengan gradasi warna air laut yang sangat menarik membuat dua pulau ini sangat wajib untuk dikunjungi.

Menurut saya, pemandangan di pulau Cemara ini menyerupai foto pantai-pantai di Maldives, Pasifik, atau Karibia yang sering saya lihat di internet. Pemandangan bawah lautnya juga cukup menarik. Saya bahkan bertemu dengan nemo disini.

Kiri: Pulau Cemara Besar; Kanan: Pulau Cemara Kecil.
Foto (c) Krishna Adi, 2009

Tanjung Gelam merupakan tempat yang sempurna untuk menutup perjalanan keliling pulau. Tempat ini merupakan tempat yang sempurna untuk melihat sunset.

Sunset di Tanjung Gelam
Foto (c) Krishna Adi, 2009

Karimunjawa, Pantai yang Lebih Indah dari Ko Phuket & Ko Phi Phi
Kesimpulan dari perjalanan saya ke Karimunjawa adalah kepulauan ini menawarkan pantai-pantai yang sangat indah dan eksotis. Saya pribadi lebih menyukai keindahan Karimunjawa daripada Phuket maupun PhiPhi Island yang pernah saya kunjungi juga.

Sayangnya, untuk mencapai Karimunjawa masih cukup sulit karena kapal tidak beroperasi setiap hari dan seringkali tiket kapal sudah habis pada hari-H pemberangkatan.

Haaaaah, rasanya ingin sekali kembali kesana. :)


Profil Kontributor
Krishna, adalah seorang mahasiswa kedokteran tingkat akhir (ko-as) di universitas negeri di Jakarta. Menurut Krishna, travelling sudah dimulai dari merencanakan perjalanan, karena perlu perencanaan yang matang agar tidak ada objek wisata yang tertinggal serta agar tidak mudah tertipu dengan tourist scam yang ada di lokasi wisata. Tempat favoritnya untuk berlibur adalah pantai berpasir putih dengan laut berwarna biru kristal tanpa ombak. Catatan perjalanan Krishna lainnya dapat dilihat di websitenya, belah melon.

Wednesday, June 16, 2010

Dicari: Travel Blog Indonesia!

The Backpacker's Notes

Ide The Backpacker's Notes pertamakali muncul karena penciptanya jarang menemukan travel blog Indonesia yang saling terintegrasi satu sama lain, sehingga informasi backpacking terasa sulit dicari dan mencar-mencar.

Untuk itu kami mencari travel blog/website Indonesia dengan persyaratan sebagai berikut:
(1) Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia (atau benar-benar website yang mengkhususkan posting mengenai objek-objek wisata di Indonesia),
(2) Memiliki sekurang-kurangnya 10 posting dengan topik traveling, baik berisi catatan perjalanan, tips traveling, dan semacamnya,
(3) Sebagian besar posting yang ada harus merupakan hasil karya pribadi dan bukan hasil copy-paste tanpa seijin sumbernya.

Merasa memenuhi persyaratan? Kirimkan alamat travel blog/website Anda melalui formulir kontak (atau langsung email ke backpacker.notes(at)gmail.com) dengan subjek "TBN Travel Links".

Kami akan berusaha untuk me-review dan mengabari Anda secepatnya apabila blog Anda memenuhi syarat serta telah tercatat di direktori kami:
Travel Links - http://backpacker-notes.blogspot.com/p/indonesian-travelers-online.html

Segera kirimkan travel blog Anda ya!
Mari kita sebarkan semangat jalan-jalan lewat blog! :)

Saturday, June 12, 2010

Free Download: 7 Travel Secrets eBooks

500 inspirational travel secrets from
200 of the world's best travel bloggers
Featuring Peter Greenberg, Rolf Potts, Harriet Baskas and Johnny Jet.


Cerita di Balik Travel Secrets Project

Seri eBook ini adalah hasil kolaborasi unik yang pertamakali dilakukan melalui Internet.

Bermula dari satu posting blog di bulan November 2009, the Travel Secrets project menyebar secara cepat dengan kolaborasi 200 travel blogger yang bersedia untuk membocorkan rahasia travel mereka kepada dunia untuk satu alasan kemanusiaan.

Rahasia-rahasia ini terlalu bagus untuk tidak dibagikan, oleh karena itu Tripbase selaku pencetus proyek ini menggabungkan seluruh 500 rahasia tersebut menjadi beberapa seri inspirational travel eBooks.

Dari pantai tersembunyi hingga hotel ekonomis, makanan eksotis dan tips dari para travel expert, semua pengetahuan melimpah para traveler ini kini tersedia secara cuma-cuma untuk diunduh. Absolutely free!

Rencana Besar di Balik Proyek Ini
Untuk setiap orang yang mengunduh sebuah Travel Secrets eBook Tripbase akan memberikan donasi sebesar $1 untuk sebuah alasan kemanusiaan yang fantastis, Charity: Water.

Misinya adalah:
mengumpulkan donasi untuk membantu penyediaan air bersih yang aman kepada penduduk di negara-negara berkembang.

Target Kampanye: membangun 4 buah sumur yang menyediakan air bersih untuk sebuah sekolah selama 20 tahun ke depan.

Donasi sebesar $20 akan memberikan air bersih kepada 1 orang selama 20 tahun. Even a small donation can make a big difference!

Jadi tunggu apa lagi, segeralah mengunduh seri eBook Anda di sini:

DOWNLOAD NOW!
Travel Secrets
I helpedpeople get clean water
led by Tripbase

Thursday, June 10, 2010

Menikmati Berjalan Kaki di Ho Chi Minh City, Vietnam

Ini perjalanan backpacking pertama saya dan dua orang teman saya ke Ho Chi Minh City (HCMC) --yang juga terkenal dengan nama Saigon-- di Vietnam. Perjalanan singkat 3 hari 2 malam. Kami hanya memiliki waktu satu hari penuh untuk berkeliling kota karena mepetnya jadwal penerbangan, namun perjalanan ini justru menjadi amat berkesan bagi kami.

Kami menjejakkan kaki di Tan Son Nhat Airport menjelang tengah malam. Saat kami melewati bagian imigrasi, terlihat sekelompok petugas yang sedang menonton siaran televisi dengan serius, dan tiba-tiba mereka sontak bersorak sorai, suaranya membahana di dalam bandara. Kami bertanya-tanya dalam hati, sedang nonton apa ya mereka? Dari gelagat mereka, tampaknya mereka sedang menonton sepakbola. Pertanyaan itu terjawab tak lama kemudian.


Tan Son Nhat International Airport at night.
Foto (c) Herajeng Gustiayu, 2009

Karena hari sudah malam dan gelap, tujuan kami saat itu hanya satu, yakni sampai dengan aman dan selamat ke daerah hostel yang telah kami booking tiga bulan sebelumnya. Kendala bahasa sempat menjadi masalah saat kami berusaha menjelaskan tujuan kami ke daerah hostel kami di District 1, Pham Ngu Lao street.

Sayang, taksi pertama yang kami datangi di antrian bandara meminta tarif yang tidak masuk di akal.

“Twenty dollars, twenty dollars, twenty dollars!” seru sopir taksi itu sambil menunjuk kami bertiga satu-persatu. Total 60 dollar buat tiga orang??? Maaf, terimakasih. :(

Alasan yang dikemukakan adalah karena ternyata malam itu ada pertandingan SEA Games antara Vietnam vs. Singapore --ohhh pantes tadi rame banget di dalem imigrasi--, makanya jarang ada taksi yang beroperasi di bandara pada malam itu. Hmmm… Tak percaya dan tak ingin menyerah dengan keadaan, kami memutuskan untuk keluar dari area bandara untuk mencari taksi.

Ealahhh... Ternyata benar, masih banyak taksi-taksi yang masih beroperasi di luar bandara.

Saya memperhatikan bahwa taksi di Vietnam ternyata ada dua macam, yakni taksi berupa minibus dan taksi berupa sedan. Tentunya taksi berupa minibus yang berkapasitas delapan orang men-charge lebih mahal daripada taksi berupa sedan yang hanya berkapasitas maksimal lima orang. Kami akhirnya berhasil mendapatkan sebuah minibus taksi.

Merayakan Kemenangan Vietnam vs Singapore di Jalanan

Di dalam minibus taksi itu, kami terheran-heran karena jalanan di luar tampak meriah dengan warna merah-kuning, warna bendera kebangsaan Vietnam. Jalanan seperti tertutup oleh lautan sepeda motor dengan penumpang yang mengacung-acungkan bendera kebangsaan mereka. Terheran-heran, salah seorang teman saya pun bertanya pada sang pengemudi. Dengan bahasa Inggris yang terpatah-patah pengemudi taksi tersebut berusaha menjelaskan dengan antusias.

Rupanya saat kami berada di area imigrasi, disiarkan pertandingan sepakbola antara Vietnam vs. Singapore pada SEA Games 2009. Dan Vietnam meraih kemenangan dengan skor 4-1 terhadap Singapore! Kemenangan pertama bagi Vietnam, tak heran betapa mereka antusias menyambut kemenangan tersebut.


Citizen's euphoria after Vietnam win over Singapore
in SEA Games 2009 : 4-1. So excited!

Foto (c) Herajeng Gustiayu, 2009

Euforia para penduduk HCMC mewarnai jalanan pada malam itu, tak pelak kami pun terikut bersemangat menikmati pemandangan tak biasa tersebut.

Tak lama taksi kami sampai di tempat tujuan kami di Pham Ngu Lao street. Sebentar kemudian, kami berhasil menemukan hostel kami yang terletak di sebuah gang kecil. Untuk tarif $24 untuk triple bed, dengan fasilitas kamar mandi dalam, TV, kulkas kecil, dan AC, hostel bernama Ngoc Linh Hotel ini termasuk hostel yang saya rekomendasikan. Stafnya sangat bersahabat dan helpful, dan fasilitas yang dimiliki cukup bagus bagi standar backpacker karena ternyata ini hotel bintang 1!

Setelah beres-beres, kami pun beristirahat menyiapkan tenaga untuk besok berjalan-jalan keliling HCMC. Lebih tepatnya, berjalan-jalan mengelilingi District 1.

Berkeliling HCMC Seharian Penuh dengan Berjalan Kaki
Tepat di ujung depan gang tempat hostel kami berada, ada sebuah taman kota yang menarik. Kami baru sadar, ternyata di Vietnam itu taman-taman kotanya sangat terawat dan aktif sebagai ruang publik. Pagi hari itu, terlihat banyak warga kota yang melakukan aktivitasnya di taman kota, ada yang berkumpul untuk menari bersama, berolahraga, bercengkerama, maupun hanya duduk-duduk menikmati pemandangan kota. Padahal hari itu bukan hari libur, betapa tampak mereka sangat menikmati dan menggunakan waktu santai mereka dengan menyenangkan.


Activities in public park, in front of our hotel's alley.
Foto (c) Herajeng Gustiayu, 2009

Setelah melihat dan mempelajari peta gratis yang kami ambil dari bandara, tujuan kami hari itu adalah mengunjungi Ben Thanh Market, Reunification Palace, War Remnants Museum, Notre Dame Cathedral, Opera Building, dan Saigon River. Di peta terlihat bahwa semua destinasi ini dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

Satu hal yang saya perhatikan saat berjalan-jalan di HCMC adalah jalur pedestrian yang sangat nyaman dan bersih. Ke mana-mana enak buat berjalan kaki, seperti kota-kota di Eropa. HCMC memang dahulunya adalah kota bekas jajahan Perancis dan sempat dikelola langsung oleh pemerintah Perancis selama nyaris 1 abad (ralat saya ya kalau saya salah-red).

Kota ini juga terkenal dengan sebutan city of motorbikes, selama kami menyebrang jalan harus berhati-hati dan melihat ke kiri-kanan dengan waspada, karena motor tidak dapat diperkirakan muncul dari mana saja.

Left side of Ben Thanh Market.Persinggahan pertama kami adalah Ben Thanh Market. Uniknya, Ben Thanh Market ini punya dua area belanja, satu tempat fixed price yang barang-barangnya tidak bisa ditawar, dan satu lagi tempat yang barang-barangnya bisa ditawar. Saran saya, lebih baik masuk agak ke dalam untuk mendapatkan harga murah karena daerah dekat pintu masuk biasanya adalah daerah yang fixed price.

Tips: Ternyata Vietnam adalah negara pengekspor kopi terbesar kedua setelah Brazil. Jadi tips bagi para pecinta kopi, jangan lupa untuk membeli oleh-oleh kopi di pasar ini, yang katanya sih lebih murah dibeli di sini dibandingkan beli di tempat lain. Sayang waktu itu kami tidak membeli kopi karena belum tahu tentang informasi ini.

Kemudian kami berjalan ke Reunification Palace, tempat bersejarah yang berperan dalam kemerdekaan Vietnam. Saat menuju Reunification Palace ini, kami baru tahu bahwa cara pedagang kaki lima di Vietnam dalam mengundang calon pembelinya adalah dengan melambai-lambaikan tangan sambil tersenyum lebar. Tadinya kami heran, kenapa dari jauh kami dipanggil-panggil oleh seorang pedagang muda yang tampak menjajakan kelapa muda. Karena begitu herannya, kami bergegas ke arahnya dengan bingung, eehhh ternyata kemudian kami ditawari minuman kelapa muda toh... Hahaha, ramah sekali orang-orang di sini. :))

Dari Reunification Palace, kami beralih ke War Remnants Museum, bangunan ini adalah museum dokumentasi perang Vietnam, semua dokumentasi berupa foto dan sejarah perang Vietnam dipaparkan secara brutal di sini. Sampai merinding kami dibuatnya... Karena itu kami tidak berlama-lam di museum ini dan melanjutkan perjalanan kami ke Notre Dame Cathedral. Di depan katedral ini terdapat taman kota untuk mengaso sebentar, di sini kami melihat ada pasangan yang sedang foto pre-wedding. Saat itu perut kami rupanya telah berontak untuk minta diisi, oleh karena itu kami memutuskan untuk makan siang roti, abon, dan nori bekal kami di taman tersebut.


Notre Dame Cathedral in HCMC, city of motorbikes.
Foto (c) Herajeng Gustiayu, 2009


Selesai makan siang, kami melanjutkan perjalanan ke Opera Building dan Post Office, di daerah ini ada pula sekelompok grup yang sedang melaksanakan syuting film, lengkap dengan sutradara dan kameranya. Benar-benar kota yang menarik, di mana-mana terlihat penduduk yang sedang mendokumentasikan spot-spot tertentu.

Walk, walk, walk, through Đồng Khởi street to Saigon River!Dari sana lalu kami jalan jauuuhhh menyusuri Dong Khoi St. untuk mencapai Saigon River. Namun sampai di Saigon River kami hanya duduk di halte untuk beristirahat sebentar, lalu mencari jalan pulang. Jalan kaki lagi deh sampai ke hostel.

Serasa belum puas berberlanja oleh-oleh, pada malam hari kami menuju pasar malam yang berada di depan Ben Thanh Market. Di sana kami belanja beberapa oleh-oleh. Setelah belanja dan mengisi perut di sebuah warung di sana, kami lalu pulang ke hostel. Agar tidak tertinggal pesawat, malam itu kami memesan taksi lewat hostel untuk berangkat pagi-pagi ke bandara.

HCMC, Kota yang Ramah Bagi Pejalan Kaki
Sampai hari ini, HCMC masih menjadi salah satu kota favorit yang pernah saya datangi. Orang-orangnya ramah, semua destinasi tampak mudah dicapai dengan berjalan kaki, ruang kotanya tertata rapi dan enak buat jalan-jalan, dan banyak PKL yang berjualan cemilan di tengah kota! Menyenangkan buat saya karena saya suka ngemil, hehehe... :9

Semoga lain kali saya berkesempatan untuk berkunjung ke sana lagi.

+ + + + +

Artikel Terkait

Tuesday, June 8, 2010

Photo(s) : Merauke, Papua

Foto oleh : Anto Lucu


Free!
Foto (c) Anto Lucu, 2010

Cheers! :)
Foto (c) Anto Lucu, 2010


Kondisi jalan di sebagian besar kawasan Merauke, Papua.
Foto (c) Anto Lucu, 2010


Profil Kontributor
Anto, teman saya, berprofesi sebagai dokter yang mencintai & dicintai anak-anak (hehehe). Ini adalah sebagian foto-fotonya saat ia sedang bertugas di Merauke, Papua.

Friday, June 4, 2010

Free Seats! Tips Booking Tiket Promo 0 Rupiah AirAsia

Posting tamu oleh : Dibya Kusyala



FREE SEATS adalah promo yang ditunggu-tunggu oleh pelanggan AirAsia, untuk bisa berjalan-jalan dengan biaya yang sangat terjangkau. You know lah... Harga tiket pesawat adalah salah satu elemen pembiayaan yang signifikan, ketika kita merencanakan sebuah perjalanan. Apalagi ke mancanegara.

Dalam setahun kalo tidak salah ada 2 periode untuk promo kursi gratis ini. Sekitar tengah tahun untuk penerbangan semester awal tahun berikutnya, dan akhir tahun untuk pertengahan sisanya. Promo ini menandai tanggal-tanggal penerbangan baru yang siap ditawarkan. Waktu promo berlangsung (biasanya dalam 5 hari) terdapat 1 juta tiket dengan management fee, biaya bahan bakar, dan harga tiket gratis alias 0 (zero).

Supaya sukses memburu tiket gratis, sebelumnya perlu dipahami tentang elemen penyusun tiket penerbangan. Sehingga kita tahu dan tidak kaget bahwa tiket yang kita book kadang tidak benar-benar ‘free’. Apabila kita tidak awas, elemen tersebut akan tetap aktif dan buntutnya akan kita bayar juga. Padahal mungkin tidak perlu dan sebenernya masih bisa di-’cancel’.

Jadi kesimpulannya, tujuan utama kita dalam hunting tiket murah adalah membayar hanya untuk jasa/layanan yang kita perlukan saja. Sehingga total biaya tiket menjadi maksimal (murahnya).

Biaya-Biaya Wajib
Elemen wajib ada 2, yaitu: (1) Pajak bandara dan (2) Biaya pengurusan pembayaran melalui internet yang kemudian disebut 'Convenience Fee'. Convenience fee ini baru berlaku bila kita menggunakan kartu kredit, tapi kalau kita menggunakan kartu debet, convenience fee ini selalu gratis).

Biasanya untuk bandara di luar Indonesia, pembayaran tiket sudah mencakup pajak bandara yang biayanya telah dicantumkan ketika booking tiket yang dibayar online dengan kartu kredit. Sedangkan untuk bandara-bandara di Indonesia, pajak bandara harus kita bayarkan on the spot di terminal keberangkatan setelah check in untuk terbang.

Jadi jangan lupa kalau mau terbang, siapkan uang tunai. Pajak penerbangan domestik sekitar Rp30.000,-. Bandung kalo tidak salah paling murah dengan harga pajak Rp75.000,-, Medan Rp100.000,-, dan yang termahal bandara-bandara int’l seperti Cengkareng, Juanda dan Ngurah Rai sebesar Rp150.000,-. Sedangkan pajak bandara untuk penerbangan internasional beragam.

Untuk Warga Negara Indonesia, jangan lupa juga membawa NPWP atau Surat Keterangan Tertanggung Pajak dengan pelengkap Kartu Keluarga, karena bila anda tak mendapat stempel bebas fiskal, uang 2,5 juta Anda akan melayang. Duit segitu mending buat sumbangan bagi yang perlu. :D

Biaya-Biaya Opsional
Elemen lainnya gw istilahkan sebagai biaya-biaya opsional. Yang bisa kita pilih terkait dengan jasa yang ditawarkan dan yang kita perlukan. Termasuk dalam biaya ini antara lain bagasi, asuransi keselamatan, pemilihan kursi, dan penjemputan dari bandara ke hotel/lokasi tertentu di wilayah tujuan.

Free offering (kiri) dari jadwal yang tersedia, dan pembayaran final (kanan), yang tidak free juga, tapi sudah merupakan penawaran termurah.

Biaya opsional seperti disebutkan sebelumnya, antara lain :
  1. Bagasi. untuk 15 kg pertama biayanya 20RM/setara Rp60.000,-
    Pilihannya beragam, ini bisa dilihat dan dipilih pada tahapan booking. Terdapat opsi yang benar-benar free alias tidak bayar dengan memilih ‘no bag checked’. Maksudnya, tidak ada barang yang masuk bagasi, tapi kita masih dibolehkan memasukkan 1 handbag berukuran sedang dengan berat tidak melebihi 7 kg ke dalam kabin/badan pesawat. Pengetatan bagasi dah mulai awal 2010 untuk penerbangan AirAsia. Bila kelebihan, setiap kilonya didenda Rp45.000,- di Indonesia, atau 20RM di Malaysia. Tinggal dikalikan saja, dijamin manyun. ):

  2. Asuransi keselamatan. Besarnya 18RM atau sekitar Rp60.000,-
    Tidak wajib, kita boleh melakukan penggagalan dengan menekan tombol cancel di kolom uraian tarif di sebelah kanan halaman booking.

  3. Pemilihan kursi, ada 2 jenis pemilihan kursi, hot-seats & ordinary-seats.
    Hot-seats adalah kursi di depan dan tengah yang dekat dengan pintu keluar darurat, dihargai senilai 25RM atau Rp75.000,-. Sedangkan ordinary-seats (kursi selain hotseats), dihargai senilai 5RM atau Rp15.000,-. Cancel pada pilihan ini akan ditempatkan dimana saja pada saat check in. Dan kita tak dikenakan biaya apa pun.

  4. Penjemputan (shuttle bus/van, sky-bus dll). Fasilitas ini akan mengantarkan kita pada saat datang di tempat tujuan. Jasa ini boleh untuk tidak kita pilih. Kalau pengalaman gw, cukup browsing atau membaca wikitravel dan blog-blog jalan-jalan lainnya, pilihannya lebih beragam dan seringkali jatuhnya lebih hemat.
Pilihan-pilihan tersebut di atas dapat kita pertimbangkan guna mendapatkan tawaran terhemat dan sesuai dengan keinginan kita. Sebelum period promo Freeseats sebaiknya pengisian ini kita latih sehingga familiar dan cepat. Mengingat saat promo lalulintas informasi di web AirAsia.com cukup padat merayap, kecepatan mengisi ini menjadi skill yang berguna. Practices make perfect! :D

Freeseats kali ini gw mencetak hattrick dengan mendapatkan 6 ticket return secara gratis. Paling hanya membayar pajak bandara dan convenience fee saja.

Tipsnya :
  1. Lakukan perburuan malam hari sekitar midnight di Malaysia dan Singapore, karena basis web AirAsia disana, ini bila koneksi internetnya lambat. Tapi untuk koneksi yang cepet kapan aja juga seringnya sukses.

  2. Hindari pemesanan weekend atau liburan karena jumlah freeseat-nya sedikit. Biasanya yang sukses dapat kursi ini yang berburu di awal-awal masa promo. Penerbangan midweek peluang dapatnya lebih besar yaitu Selasa-Rabu. Fokus pada akhir-akhir periode terbang yang ditawarkan, freeseats ditawarkan lebih banyak.

  3. Cari tujuan-tujuan yang kurang lazim, karena tujuan yang favorit sudah diincar oleh pemburu profesional, sekalian berpetualang. Rute Kuala Lumpur-Surabaya lebih banyak ditawarkan untuk promo dibanding Kuala Lumpur-Bandung atau Kuala Lumpur- Jakarta misalnya, meski jumlah penerbangan ke 2 rute ini jauh lebih banyak.

  4. Gunakan koneksi internet yang kuat, misalnya wi-fi kantor dicurigai lebih mantap dibanding modem-broadband. Dan kalau sudah masuk ke halaman booking jangan ditutup/close. Tapi maintain dan ubah-ubah isiannya saja. Misalnya dengan mengganti isian tanggal atau destinasinya saja. Dan perbarui penawaran AirAsia klik ‘update’, kalau ditutup dia akan kembali dari awal lagi dan mengantri lama dengan pemburu lainnya.

  5. Jangan melakukan multitasking entry for hunting, 1 hunt 1 moment, dan perlu bersabar. Eksekusi 1 proses agak lebih lambat jadi sambil melatih kesabaran.

  6. Buzz, buzz, buzz... Traffic may be a little busy in the moment...
    Perhatikan koneksi internet anda, lemot/tidak juga waktu perburuan peak-hour/tidak.

  7. Jangan cepat menyerah meski ada tulisan buzz.. buzz.. Refresh ketiga/keempat kadang baru mulai sukses.

  8. FYI, favourite destinations seperti HK, Bali biasanya ditawarkan bukan 0 tapi masih ada harga. Tapi dibanding harga normal masih dijamin lebih miring, itu sudah lumayan banget. Harganya setara dengan 'harga setara bus malam', contohnya KL-Bali Rp150.000,- atau KL-HK Rp300.000,-.

  9. Agar tidak ketinggalan, sebaiknya sign up untuk buletin Reda!ert eNewsletter yang disediakan pihak AirAsia, siapkan nomor kartu kredit yang siap pakai punya sendiri atau saudara, dan paspor bagi yang belum memilikinya.
g o o d l u c k !

PS. Artikel ini ditulis secara objektif tanpa adanya keterlibatan dan kerjasama terkait dengan pihak maskapai penerbangan AirAsia.


Profil Kontributor
Dibya, teman saya, adalah pecinta jalan-jalan yang kini bekerja sebagai lecturer di Kuantan, Malaysia. Profesi ini secara tidak langsung memberikannya banyak waktu untuk berjalan-jalan. Untuk tahun depan, ia sudah menjadwalkan hari-harinya untuk agenda jalan-jalan sepanjang tahun (dengan berburu tiket pesawat promo murmer). Tulisan-tulisan Dibya lainnya dapat diikuti di Dibya Kusyala's Notes.

Wednesday, June 2, 2010

I'm Indonesian Project: Marina Bay, Singapore

Kontribusi dari: Lubert Kurniawan,
untuk I'm Indonesian Project.
"Marina Bay is a bay near Central Area in the southern part of Singapore, and lies to the east of the Downtown Core. An artificial bay, it was formed when land reclamation created the Marina Centre and Marina South areas, which form a body of sheltered waters of what was once open sea. In the reclamation process, Telok Ayer Basin was removed from the map, while the Singapore River's mouth now flows into the bay instead of directly into the sea. A barrage was completed in 2008 to make Marina Bay a reservoir for drinking water."

At Marina Bay, Singapore.
Foto (c) Lubert Kurniawan, 2010


[ Ingin turut menyumbang catatan perjalanan, artikel traveling, atau foto? ]
---

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Web Hosting