Sudahkah Mereka Diberikan yang Terbaik? Foto (c) Anto Lucu, 2009
Profil Kontributor
Anto, teman saya, berprofesi sebagai dokter yang mencintai & dicintai anak-anak (hehehe). Ini adalah sebagian foto-fotonya saat ia sedang melaksanakan tugas PTT di Papua. :)
Sejarah Orchard Road Orchard Road adalah jalan besar pusat perbelanjaan yang terkenal di Singapore, dan menjadi salah satu destinasi utama para wisatawan yang hobi berbelanja.
Jalan ini mendapatkan namanya dari perkebunan nutmeg, lada, dan buah-buahan yang tumbuh di kedua sisi jalan tersebut pada tahun 1840an, sehingga nama lain dari jalan ini adalah Jalan Kebun. (Orchard = Kebun) Selanjutnya, Orchard Road mulai dikembangkan menjadi area komersial pada awal abad 20.
Pada masa kini, saat menjelang Natal, Orchard Road selalu semarak dengan hiasan berbagai jenis ornamen dan lampu-lampu hias.
A Christmas All Decked Out Uniknya, setiap tahun hiasan-hiasan di Orchard Road selalu memiliki sebuah tema, dan untuk tahun 2009 sendiri bertema "A Christmas All Decked Out". Terdapat 3 maskot natal yang meramaikan jalan satu arah tersebut, yakni Santa Claus, rusa, dan manusia salju (lihat foto di bawah).
Saat itu Orchard Road dibagi menjadi 3 zona warna dominan yang ditandai dengan pemilihan warna ornamen dan lampu-lampu hias: Zona Biru - Tanglin Mall hingga Tangs, Zona Oranye - Tangs hingga Heeren, dan Zona Merah - dari Heeren hingga ujung Orchard Road.
Keterangan foto: Foto-foto di bawah ini diambil pada tanggal 10 Desember 2009. Walaupun masih awal bulan Desember, namun Orchard Road sudah dipersiapkan dalam menyambut Natal. Tampak berbagai lampu warna-warni dan ornamen-ornamen menghiasi jalan besar penarik wisatawan tersebut.
Anda pernah menyadari tidak? Terkadang info yang terdapat di buku panduan wisata (guidebook) kurang up-to-date, maka sebagai pembanding kita memerlukan informasi yang lebih aktual mengenai tempat yang kita tuju.
Salah satu sumber informasi yang dapat kita akses dengan mudah adalah internet, di mana informasi-informasi terbaru lebih cepat diperbaharui dibandingkan dengan buku yang biasanya diterbitkan pertahun.
Website-website di bawah ini mungkin dapat membantu Anda mendapatkan info lebih mengenai tempat wisata yang Anda tuju (dengan GRATIS):
Wikitravel adalah proyek berbasis web, yang bersifat open source (dapat ditambahkan & di-edit oleh pembaca) & bertujuan untuk menyediakan informasi panduan wisata di seluruh dunia. Proyek ini ditulis oleh kolaborasi wisatawan-wisatawan seluruh dunia.
(3) TripAdvisor Recommendations for hotels, resorts, inns, vacations, travel packages, travel guides and lots more!
TripAdvisor adalah website interaktif yang menyediakan informasi secara gratis dengan meminta rekomendasi penginapan, panduan wisata, dan sebagainya kepada para pengguna website ini.
(4) Travelfish Original Asia Travel Intelligence You Can Trust
Website panduan wisata ini berfokus pada negara-negara Asia Tenggara (Kamboja, Laos, Malaysia, Singapore, Thailand, Vietnam).
(5) Let's Go Travel Guides World’s favorite budget travel guides, written entirely by students and updated every year.
Sesuai dengan tagline-nya, situs ini ditulis oleh para backpacker yang masih pelajar. Idenya adalah, memberikan panduan wisata yang sesuai dengan kebutuhan pelajar yang ingin berkeliling dunia.
(6) Frommer's Frommer's adalah salah satu penerbit guidebook terbesar di dunia setelah Lonely Planet. Websitenya menyediakan informasi mengenai negara-negara tujuan wisata. Amat lengkap & informatif. Bagi yang suka menjelajah kota dengan berjalan kaki, Frommer's memberikan opsi "walking tour" (lengkap dengan peta-nya!)
(7) Lonely Planet Penerbit guidebook terbesar di dunia ini turut menyediakan cuplikan informasi di websitenya. Sayangnya informasi yang terdapat di sini tidak selengkap buku panduannya, hehehe...
+ + + + +
Sudah mengumpulkan informasi yang Anda butuhkan? Jangan lupa di-print out & dijilid sebagai guidebook buatan Anda sendiri.
Om Dani's Boat. Foto (c) Anida Dyah Pratiwi, 2009.
Pulau Air. Foto (c) Anida Dyah Pratiwi, 2009.
I Love Blue of Indonesia. Foto (c) Anida Dyah Pratiwi, 2009.
Profil Kontributor
Anid, teman (& mantan kolega saya, hehe), kini bekerja di sebuah konsultan environmental graphic di Karawaci, Banten. Mempunyai hobi fotografi dan jalan-jalan. Anda dapat melihat tulisan & jepretan Anid lainnya di bitter sweet & Nidnod's Photostream.
"CouchSurfingis not about the furniture, not just about finding free accommodations around the world; it's about making connections worldwide."
- CouchSurfing.org
Bagi yang sudah pernah membaca buku "Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1000 Dollar" karya Marina Silvia K. (walaupun tidak benar-benar 1000 USD karena belum termasuk tiket pesawat dan sebagainya), pasti sudah tahu tentang ide CouchSurfing. Saya sendiri --dan mungkin banyak orang Indonesia lainnya-- baru tahu tentang ide menarik ini setelah membaca buku tersebut.
Buku "Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1000 Dollar" ini sempat booming di Indonesia karena judulnya yang menggiurkan. (Modal 10 juta bisa keliling Eropa selama 6 bulan??? Hmmm, sounds tempting!...)
Bagi yang belum pernah membaca buku tersebut atau bahkan belum pernah mendengar tentang CouchSurfing, ini mungkin berita baik buat Anda. Saya sendiri belum pernah mencoba CouchSurfing (mungkin suatu hari nanti, doakan saya agar cepat menyusul, hehe~!), tapi saya telah banyak mendengar dan membaca tentang dampak positif kegiatan ini di seluruh penjuru dunia.
Apakah CouchSurfing itu? Ide CouchSurfing pertamakali diciptakan oleh Casey Fenton pada tahun 2000. Berawal dari saat Fenton mendapatkan tiket pesawat murah dari Boston ke Iceland. Alih-alih menginap di hostel, Fenton mengirim email ke 1500 pelajar dari University of Iceland, menanyakan apakah dia bisa menginap di tempat mereka. Fenton mendapatkan setidaknya 50 email balasan yang menawarkan tempat mereka sebagai tempat menginap. Sepulangnya dari Iceland, Fenton mulai mengembangkan ide tersebut yang mendasari terbentuknya komunitas CouchSurfing.
Apakah misi CouchSurfing?
"CouchSurfing seeks to internationally network people and places, create educational exchanges, raise collective consciousness, spread tolerance, and facilitate cultural understanding."
Intinya, CouchSurfing mempermudah interaksi dengan warga lokal, sehingga kita bisa lebih memahami budaya mereka dan hidup dengan cara mereka. CouchSurfing adalah cara seru untuk bepergian dan bertemu orang dari segala penjuru dunia, dengan hemat.
Apakah layanan ini benar-benar gratis? Ya, layanan ini benar-benar gratis. CouchSurfing adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk komunitas global. Banyak CouchSurfer yang membawa hadiah maupun mentraktir makan siang sebagai rasa terimakasih mereka, tapi ini pun seikhlasnya saja.
Apakah saya harus mengizinkan semua orang menginap di tempat saya? Tidak juga. Anda bisa menolak maupun mengizinkan orang yang Anda pilih sebagai CouchSurfer. Anda pun dapat tidak memilih opsi "menyediakan tempat menginap", dan dapat hanya menawarkan ngopi bareng atau mengantarkan para CouchSurfer ini berkeliling di kota Anda sebagai pemandu wisata dadakan.
Sebagai penutup, di bawah ini adalah reportase BBC News tentang CouchSurfing:
(8) World Hum The Best Travel Stories on the Internet
(9) National Geographic Traveler All Travel, All the Time. Anak majalah National Geographic, beberapa artikel yang dicetak di majalah terkadang di-publish di website ini. Versi Indonesianya ada di sini : National Geographic Indonesia.
Pulau Lengkuas, Belitung. Foto (c) Anida Dyah Pratiwi, 2009.
Rocks of Belitung. Foto (c) Anida Dyah Pratiwi, 2009.
Rocks of Belitung. Foto (c) Anida Dyah Pratiwi, 2009.
Profil Kontributor
Anid, teman (& mantan kolega saya, hehe), kini bekerja di sebuah konsultan environmental graphic di Karawaci, Banten. Mempunyai hobi fotografi dan jalan-jalan. Anda dapat melihat tulisan & jepretan Anid lainnya di bitter sweet & Nidnod's Photostream.